Sunday, November 9, 2008

KRISIS EKONOMI GLOBAL DAN SOLUSINYA BAGI UMAT

Fakta – Fakta Krisis Ekonomi Global

Bencana keuangan tengah melanda negara super power Amerika Serikat. Beberapa bank raksasa kelas dunia yang telah menggurita ke berbagai penjuru dunia rontok. Bencana ini dimulai dari bangkrutnya bank raksasa Lehman Brothers dan perusahaan finansial raksasa Bear Stearns. Beberapa saat sebelumnya, pemerintah Amerika terpaksa mengambil alih perusahaan mortgage terbesar di Amerika. Di mana perusahaan tersebut bergerak di bidang pembiayaan atau finansial yang berbasis di Santa Fe, New Mexico. Sementara itu perusahaan – perusahaan yang bergerak di bidang finansial lainnya seperti Freddie Mac, Fannie Mae dan Merrill Lynch mengalami kondisi tak jauh beda hingga harus diakuisisi oleh Bank of America. Terakhir perusahaan asuransi terbesar AIG (American International Group) menunjukkan gejala kritis yang sama.

Untuk mengatasi badai krisis yang hebat itu dan menyelamatkan bank-bank raksasa yang terpuruk, pemerintah Amerika Serikat terpaksa melakukan bailout (penalangan dana perusahaan oleh pemerintah) sebesar 700 milyar dolar sampai 1 triliun US dolar. Intervensi negara Amerika terhadap sektor keuangan di negeri Paman Sam itu merupakan kebijakan yang bertentangan dengan faham pasar bebas (kapitalisme) yang dianut Amerika Serikat. Nyatanya dana suntikan yang mirip dengan BLBI itu, tidak signifikan membendung terpaan badai krisis yang demikian besar. Kebijakan bailout ini, tidak saja dilakukan pemerintah Amerika, tetapi juga bank sentral Eropa dan Asia turun tangan menyuntikkan dana untuk mendorong likuiditas perekonomian, sehingga diharapkan dapat mencegah efek domino dari ambruknya bank-bank investasi kelas dunia tersebut.

Beberapa saat setelah informasi kebangkrutan Lehman Brothers, pasar keuangan dunia mengalami terjun bebas di tingkat terendah. Beberapa bank besar yang collaps dan runtuhnya berbagai bank investasi lainnya di Amerika Serikat segera memicu gelombang kepanikan di berbagai pusat keuangan seluruh dunia.

Pasar modal di Amerika Serikat, Eropa dan Asia segera mengalami panic selling, yaitu tindakan penjualan saham-saham secara besar-besaran. Yang mengakibatkan jatuhnya indeks harga saham pada setiap pasar modal. Bursa saham di mana-mana terjun bebas ke jurang yang dalam. Pasar modal London mencatat rekor kejatuhan terburuk dalam sehari yang mencapai penurunan 8%. Sedangkan Jerman dan Prancis masing-masing ditampar dengan kejatuhan pasar modal sebesar 7% dan 9%. Pasar modal emerging market seperti Rusia, Argentina dan Brazil juga mengalami keterpurukan yang sangat buruk yaitu 15%, 11% dan 15%.

Sejak awal 2008, bursa saham China anjlok 57%, India 52%, Indonesia 41% (akibat kegiatannya dihentikan untuk sementara bursa efek), dan zona Eropa 37%. Sementara pasar surat utang juga mengalami ke terpurukan, mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas seperti ekspor dan import juga anjlok, apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia.

Di AS, bursa saham Wall Street terus melorot. Dow Jones sebagai episentrum pasar modal dunia jatuh. Angka indeks Dow Jones menunjukkan angka terburuknya dalam empat tahun terakhir yaitu berada di bawah angka 10.000.

Dalam rangka ,mengantispasi krisis keuangan tersebut, tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England dan Bank of Canada) memangkas suku bunganya 0,5%. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar

Berdasarkan fakta dan reliata yang terjadi saat ini, jelas sekali bahwa drama krisis keuangan memasuki tingkat keterpurukan yang amat dalam,dan arena itu dapat dikatakan bahwa krisis financial Amerika saat ini, jauh lebih parah dari pada krisis Asia di tahun 1997-1998 yang lalu. Dampak krisis saat ini demikian terasa mengenaskan keuangan global. Lagi pula, sewaktu krismon Asia, setidaknya ada ’surga aman’ atau ’safe heaven’ bagi para investor global, yaitu di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, tetapi kini, semua pasar modal rontok. Semua investor panic.

Karena itu, seluruh pengamat ekonomi dunia sepakat bahwa Guncangan ekonomi akibat badai keuangan yang melanda Amerika merupakan guncangan yang terparah setelah Great Depresion pada tahun 1930. Bahkan IMF menilai guncangan sektor finansial kali ini merupakan yang terparah sejak era 1930-an. Hal itu diperkirakan akan menggerus pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 3% pada tahun 2009, atau 0,9% poin lebih rendah dari proyeksi World Economic Outlook (badan pengawasas kegiatan ekonomi dunia) pada Juli 2009.

Ekonomi Kapitalis dan Permasalahannya

Dengan demikian sangat keliru apa yang dilakukan Fukuyama yang mendeklarasikan kemenangan kapitalisme liberal sebagai representasi akhir zaman ” The end of history ” (Magazine National Interest ,1989). Tesis Fukuyama sudah usang dan nasakh (tidak berlaku), karena sistem ekonomi kapitalisme telah gagal menciptakan tata ekonomi yang berkeadilan dan stabil.

Sebenarnya, sejak awal tahun 1940-an, para ahli ekonomi Barat, telah menyadari indikasi kegagalan tersebut. Adalah Joseph Schumpeter dengan bukunya Capitalism, Socialism and Democracy menyebutkan bahwa teori ekonomi modern telah memasuki masa-masa krisis. Pandangan yang sama dikemukakan juga oleh ekonom generasi 1950-an dan 60-an, seperti Daniel Bell dan Irving Kristol dalam buku The Crisis in Economic Theory. Demikian pula Gunnar Myrdal dalam buku Institusional Economics, Journal of Economic Issues, juga Hla Mynt, dalam buku Economic Theory and the Underdeveloped Countries serta Mahbubul Haq dalam buku The Poverty Curtain : Choices for the Third World.

Pandangan miring kepada kapitalisme tersebut semakin keras pada era 1990-an di mana berbagai ahli ekonomi Barat generasi dekade ini dan para ahli ekonomi Islam pada generasi yang sama menyatakan secara tegas bahwa teori ekonomi telah mati, di antaranya yang paling menonjol adalah Paul Ormerod. Dia menulis buku (1994) berjudul The Death of Economics (Matinya Ilmu Ekonomi). Dalam buku ini ia menyatakan bahwa dunia saat ini dilanda suatu kecemasan yang maha dahsyat dengan kurang dapat beroperasinya sistem ekonomi yang memiliki ketahanan untuk menghadapi setiap gejolak ekonomi maupun moneter. Indikasi yang dapat disebutkan di sini adalah pada akhir abad 19 dunia mengalami krisis dengan jumlah tingkat pengangguran yang tidak hanya terjadi di belahan diunia negara-negara berkembang akan tetapi juga melanda negara-negara maju.

Selanjutnya Omerrod menandaskan bahwa ahli ekonomi terjebak pada ideologi kapitalisme yang mekanistik yang ternyata tidak memiliki kekuatan dalam membantu dan mengatasi resesi ekonomi yang melanda dunia. Mekanisme pasar yang merupakan bentuk dari sistem yang diterapkan kapitalis cenderung pada pemusatan kekayaan pada kelompok orang tertentu.

Karena itu, kini telah mencul gelombang kesadaran untuk menemukan dan menggunakan sistem ekonomi “baru” yang membawa implikasi keadilan, pemerataan, kemakmuran secara komprehensif serta pencapaian tujuan-tujuan efisiensi. Konsep ekonomi baru tersebut dipandang sangat mendesak untuk diwujudkan. Konstruksi ekonomi tersebut dilakukan dengan analisis objektif terhadap keseluruhan format ekonomi kontemporer dengan pandangan yang jernih dan pendekatan yang segar dan komprehensif.

Di bawah dominasi kapitalisme, kerusakan ekonomi terjadi di mana-mana. Dalam beberapa tahun terakhir ini, perekonomian dunia tengah memasuki suatu fase yang sangat tidak stabil dan masa depan yang sama sekali tidak menentu. Setelah mengalami masa sulit karena tingginya tingkat inflasi, ekonomi dunia kembali mengalami resesi yang mendalam, tingkat pengangguran yang parah, ditambah tingginya tingkat suku bunga riil serta fluktuasi nilai tukar yang tidak sehat.

Dampaknya tentu saja kehancuran sendi-sendi perekonomian negara-negara berkembang, proyek-proyek raksasa terpaksa mengalami penjadwalan ulang, ratusan pengusaha gulung tikar, harga-harga barang dan jasa termasuk barang-barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan tak terkendali.

Krisis tersebut semakin memprihatinkan karena adanya kemiskinan ekstrim di banyak negara, berbagai bentuk ketidakadilan sosio-ekonomi, besarnya defisit neraca pembayaran, dan ketidakmampuan beberapa negara berkembang untuk membayar kembali hutang mereka. Henry Kissinger mengatakan, kebanyakan ekonom sepakat dengan pandangan yang mengatakan bahwa “Tidak satupun diantara teori atau konsep ekonomi sebelum ini yang tampak mampu menjelaskan krisis ekonomi dunia tersebut” (News Week, “Saving the World Economy”).

Melihat fenomena-fenomena yang tragis tersebut, maka tidak mengherankan apabila sejumlah pakar ekonomi terkemuka, mengkritik dan mencemaskan kemampuan ekonomi kapitalisme dalam mewujudkan kemakmuran ekonomi di muka bumi ini. Bahkan cukup banyak klaim yang menyebutkan bahwa kapitalisme telah gagal sebagai sistem dan model ekonomi.

Kehadiran konsep ekonomi baru tersebut, bukanlah gagasan awam, tetapi mendapat dukungan dari ekonom terkemuka di dunia yang mendapat hadiah Nobel 1999, yaitu Joseph E.Stiglitz. Dia dan Bruce Greenwald menulis buku “Toward a New Paradigm in Monetary Economics”. Mereka menawarkan paradigma baru dalam ekonomi moneter. Dalam buku tersebut mereka mengkritik teori ekonomi kapitalis (konvensional) dengan mengemukakan pendekatan moneter baru yang entah disadari atau tidak, merupakan sudut pandang ekonomi Islam di bidang moneter, seperti peranan uang, bunga, dan kredit perbankan (kaitan sektor riil dan moneter).

Rekonstruksi Ekonomi Syariah Sebuah Keharusan

Dari paparan di atas, terlihat dengan nyata, bahwa sistem ekonomi kapitalisme yang menganut laize faire dan berbasis riba kembali tergugat. Faham neoliberalisme tidak bisa dipertahankan. Pemikiran Ibnu Khaldun dan Ibnu Taymiyah adalah suatu ijtihad yang benar dan adil untuk mewujudkan kemaslahatan ekonomi masyarakat.

Ibnu Khaldun begitu menghormati tenaga kerja sebagai salah satu komponen utama pembangunan masyarakat dan penghargaan tentang profit sebagai nilai yang didapat dari pekerjaan manusia. Pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun menggabungkan hablum minallah dan hablum minannas.

Ia mendefinisikan ekonomi secara sosial sebagai aktivitas ekonomi yang dipengaruhi oleh interaksi sosial dan sebaliknya interaksi sosial tersebut mempengaruhinya. Perspektif tersebut digunakan Ibnu Khaldun dalam menganalisis nilai pekerja manusia, dalam arti mata pencaharian dan stratifikasi ekonomi sosial. Ibnu Khaldun juga berpendapat bahwa organisasi sosial adalah 'sesuatu yang diperlukan' bagi usaha manusia dan keinginannya untuk hidup dan bertahan hidup 'dengan bantuan makanan'. Untuk mencapai tujuan ini kemampuan individu saja tidaklah cukup.

Dalam Al-Muqqadimah, Ibnu Khaldun juga memberikan keutamaan, bukan eksklusif, posisi faktor ekonomi dalam sejarah. Aktivitas intelektual dari manusia, seni dan ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku moralnya, gaya hidup dan selera, standar kehidupan dan adat didefinisikan Ibnu Khaldun melalui derajat atau tingkatan produksi.

Sedangkan pendapat Ibnu Taymiyah, penetapan harga diperlukan untuk mencegah pedagang menjual makanan atau barang dengan harga sesuka hati dan hanya menjual kepada kelompok tertentu saja. Bahkan Pakar ekonomi Barat bernama Gresham telah mengadopsi teori Ibnu Taymiyah tentang mata uang (curency) berkualitas buruk dan berkualitas baik. Menurut Ibnu Taymiyah, uang berkualitas buruk akan menendang keluar uang yang berkualitas baik, contohnya fulus (mata uang tembaga) akan menendang keluar mata uang emas dan perak. Inilah yang disadur oleh Gresham dalam teorinya Gresham Law dan Oresme treatise.

Salah satu solusi dalam menghadapai krisis Ekonomi Gglobal adalah dengan mempergunakan system ekonomi yang berbasis kan Ekonomi syariah. Di mana sekarang ini mulai nampak dikalangan masyarakat dan sejumlah korporasi yang beralih kepada ekonomi syariah. Seperti di Inggris sejumlah bank dan nasabah telah mengubah sistemnya menjadi syariah. Praktik ekonomi syariah telah menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi krisis. Seperti, di negara-negara Teluk, sekarang ini dapat selamat dari krisis, karena menggunakan system syariah, dan menggabungkan diri dengan sistem kapitalisme, yang mendasarkan pada riba. Krisis global sekarang mengingatkan seluruh umat Islam, agar meninggalkan sistem riba, dan menggali sistem syariah yang akan menjadi alternative masa depan. Tak ada satupun bank konvensional atau lembaga korporasi yang selama menghadapi krisis sekarang, yang menggunakan dasar sistem riba.


Penutup

Rasulullah saw bersabda: “Allah telah mentaqdirkan bahwa apa yang naik pasti harus turun.” Dengan demikian bila politik dan ekonomi AS terpuruk, maka dollar akan jatuh bersamanya. Menariknya, hari ini AS menjadi rumah bagi aneka-ragam dosa yang dikumpulkan dari berbagai umat yang pernah hadir sebelum kita: sifat keras kepala umat Nabi Nuh; kesombongan kaum ’Aad; pengingkaran tanda-tanda Allah oleh kaum Tsamud; sodomi kaum Lut; penyimpangan keuangan umat Nabi Syu’aib (sebagaimana kita ketahui) Amerika menjadi pelaksana dan promotor utama ekonomi berbasis bunga; penindasan Abu Jahal dan kawan-kawannya; ketamakan, penipuan, cinta kehidupan fana, kemunafikan Bani Israil; bersama dengan arogansi Fir’aun yang tersesat hanya karena merasa dirinya pemimpin bangsa terkuat di muka bumi dan memiliki armada perang paling digdaya pada masanya, maka ia merasa yakin mampu mengungguli segenap hamba-hamba Allah.

Oleh karena kapitalisme telah gagal mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, maka menjadi keniscayaan bagi umat manusia zaman sekarang untuk mendekonstruksi ekonomi kapitalisme dan merekonstruksi ekonomi berkeadilan dan berketuhanan yang disebut dengan ekonomi syariah. Dekonstruksi artinya meruntuhkan paradigma, sistem dan konstruksi materialisme kapitalisme, lalu menggantinya dengan sistem dan paradigma syari’ah. Capaian-capaian positif di bidang sains dan teknologi tetap ada yang bisa kita manfaatkan, Artinya puing-puing keruntuhan tersebut ada yang bisa digunakan, seperti alat-alat analisis matamatis dan ekonometrik,.dsb. Sedangkan nilai-nilai negatif, paradigma konsep dan teori yang destrutktif, filosofi materalisme, pengabaian moral dan banyak lagi konsep kapitalisme di bidang moneter dan ekonomi pembangunan yang harus didekonstruksi. Karena tanpa upaya dekonstruksi, krisis demi krisis pasti terus terjadi, ketidakadilan ekonomi di dunia akan semakin merajalela, kesenjangan ekonomi makin menganga, kezaliman melalui sistem riba dan mata uang kertas semakin hegemonis.

Sekarang tergantung kepada para akademisi dan praktisi ekonomi syari’ah untuk menyuguhkan konstruksi ekonomi syariah yang benar-benar adil, maslahah, dan dapat mewujudkan kesejahteraan umat manusia, tanpa krisis finansial, (stabilitas ekonomi), tapa penindasan, kezaliman dan penghisapan, baik antar individu dan perusahaan, negara terhadap perusahaan, maupun negara kaya terhadap negara miskin.

Dari berbagai sumber

Wednesday, April 4, 2007

Aparat yang bermain atau Microsoft Indonesia yang tidak peduli ?

Ini cerita nyata, sungguh benar-benar terjadi. Cerita ini berasal dari pedagang langganan saya di salah satu toko Mangga dua. Panggil saja dia “Bunga”,dia menuturkan cerita yang dialami sesama para pedagang yang ada di mangga dua.s

Dia menceritakan, belum beberapa lama ini temannya yang memiliki toko perakitan komputer di Dusit Mangga dua, yah bisa dibilang toko yang cukup terkenal akan kemurahan harganya. Disatroni para aparata keamanan karena menginstal windows bajakan. Yang saya tidak suka adalah seakan-akan para aparat itu sengaja memanfaatkan undang-undang HAKI. Untuk mengeruk keuntungan dari para pedagang. Setidaknya itu yang saya dengar dari Bunga.

Dia mencerikan ketika itu karyawannya merakit komputer pesanan konsumen.Karyawan tersebut di SURUH menginstal komputer pelanggan dengan windows bajakan. Memang si karyawan telah diinstruksikan oleh pemilik toko tersebut. Untuk tidak menerima penginstalan komputer menggunakan sistem operasi windows bajakan.

Akan tetapi dengan penawaran terhadap karyawan tersebut .Dia, sang pelanggan membayar uang sebesar 200 ribu kepada karyawan tersebut. Dan ternyata setelah komputer itu selesai di rakit dan di instal. Pelanggan itu meminta agar pemilik toko tersebut berhadapan dengan dia. Dan ternyata pelanggan tersebut adalah intel aparat keamanan negara ini. Langsung saja toko tersebut di sita. Dan komputer rakitan yang malang tersebut di sita sebagai barang bukti karena menginstall windows bajakan.

Menurut undang-undang -sayangnya Bunga tidak menjelas dengan rinci- mestinya pemilik toko tersebut harus membayar denda sebesar Rp. 5 milyar. Tapi ternyata dengan jalan damai, cukup dengan membayar Rp. 100 ribu. Masalah itu beres. Dan kata Bunga, uang itu bukan masuk kas Microsoft Indonesia. Tetapi masuk kas para oknum aparat tersebut.

Sontak saja saya kaget. Bagaimana tidak. Dengan liciknya para intel tersebut menyebak karyawan toko tersebut. Memang saya akui cara-cara tersebut cukup lumrah di lakukan oleh pihak aparat untuk menjaring para penjahat. Tetapi yang saya sesalkan. Justru para aparat tersebut seakan-akan bermain dengan undang-undang yang berlaku. Dan dari celah-celah yang terdapat dari undang-undang tersebut. Mereka dapat bertindak semena-mena, salah satunya memeras para pemilik toko tersebut.

Kini toko tersebut tetap buka. Walau kini saya lihat toko tersebut tidak semurah seperti dulu. Saya masih bersyukur setidaknya karyawannya masih tetap di pekerjakan. Saya pun khawatir terhadap karyawan yang bersalah tersebut. Syukur deh dia kaga ada bekas penganiaan secara fisik dari pemilik toko.

Bunga juga menceritakan pengalaman salah satu klien dia, pemilik warnet di salah satu daerah strategis di Jakarta. Dia menuturkan warnet klien dia di razia oleh aparat, padahal dengan jelas-jelas dia memakai windows asli dan di tempat klien dia berusaha juga telah TERPASANG stiker bahwa toko tersebut telah menggunakan windows asli.

Tapi apa kata aparat tersebut ? katanya anda menyewakan windows. Itu yang menjerat anda di hukum. Hah, saya sebagai penulis kaget sekali mendengar kata-kata tersebut. Waduh-waduh ada-ada saja. Jelah undang-undang yang ada digunakan oleh aparat agar sang pemilik dapat menempuh jalur damai. Tanpa menempuh jalur hukum.

Cape deh, saya mendengar perlakuan aparat yang kadang-kadang mengada-ada. Kini Bunga dan para pemilki toko di Mangga dua terpaksa membeli windows asli. Supaya tidak terjaring oleh para aparat. Fuih, susah juga berdagang di Indonesia. Pantesan saja para investor pada melarikan modalnya keluar negeri. Wong aparat aja yang harusnya mengayomi eh memerasi para investor.

Saya hanya berharap setidaknya undang-undang tersebut dimasyarakat dengan baik. Sehingga para pemilik usaha ataupun para pemakai windows asli. Tidak kesaring oleh para ulah aparat yang semena-mena. Begitu pula dengan para aparat, jangan semena-mena dengan para pedagang. Berlakulah adil. Semoga cerita-cerita miring tetang aparat yang lainnya tidak terdengar lagi.. Amien.

Yah hanya Allah saja yang tahu. Arah kehidupan ini.

Kisah kucing hitam, Sang Legenda

Alkisah di salah satu sudut rumah didaerah yang cukup padat populasi kontrakannya, Ujung menteng daerah pinggiran kota Jakarta. Terdapat sebuah legenda, legenda kucing garong. Kucing hitam gemuk, berbadan kekar. Banyak terdapat luka cakaran dan penganiaan oleh ras yang di sebut manusia. Bukti bahwa dia sudah malang melintang di dunia pencurian lauk di daerah yang cukup sesak akan ras yang mendominasi di daerah ini.

Sang legenda itu terkenal cukup kuat untuk daerah rt 07 rw 01 di daerah tersebut. Cukup banyak kucing jantan lain yang mengadu nyali atau sekedar ingin merebut daerah kekuasaan sang legenda. Tetapi ke angkerannya, ke bringasannya dan kelihaianya dalam bertarung. Membuktikan kucing hitam tersebut cukup pantas disebut sang legenda tak terkalahkan. Dia cukup lihai bergulat dengan para pejantan lainnya. Tak ayal. Sudah banyak kucing lain yang tak berdaya, dan menjadi pecundang sejati oleh sang legenda. Kucing hitam.

Jangankan kucing jantan. Anjing pun, yang notabenenya musuh alami para kucing. Tak berdaya dibuatnya. Cukup dengan raungannya dan pose bertarungnya yang beringas, mampu membuat anjing yang setinggi setengah meter ciut nyalinya. Seakan-akan kini piramida rantai makan terbalik, sang pemangsa kini menjadi yang dimangsa.

Bila musim kawin, telah tiba. Sudah banyak para betina yang menjadi korban keganasan nafsu birahi sang legenda. Nyaris semua kucing betina tersebut tak berdaya menghadapi kebringasan sang legenda. Bahkan sangat tidak mungkin bila betina-betina tersebut tidak memilki anak yang memiliki warna hitam pekat seperti bapaknya.

Terlebih para ibu-ibu rumah tangga di sekitar derah kekuasaanya. Andai meleng sedikitnya saja dari pengawasan. Maka sudah dapat dipastikan, makanan yang ada dimeja maupun didapur tersebut telah pindah ke mulut sang legenda. Dengan trik liciknya, dia mengendap-endap dan mencuri lauk pauk. Dan yang hebatnya aksi tersebut cukup licin sekali. Sehingga dia jarang sekali terkena timbukan, bahkan penganiaan oleteh para ibu rumah tangga yang malang tersebut.

Tapi legenda pun kini tinggal legenda. Kini sang legenda seakan tak punya nyali lagi menghadapi kebesaran namanya. Kini dia bak kucing pesakitan. Yang tak berdaya menghadapi tuntutan zaman yang kejam ini. Legenda tersebut kini hanya tinggal cerita dongeng bagi para warga disekitar rt tersebut.

Sang kucing hitam pekat tersebut, kini bertingkah seperti anak kucing yang lucu dan imut. Dulu dia bila lapar tinggal mengendap kerumah korban dan mencuri lauk yang ada. Tapi sekarang dia, CUKUP berdiri didepan pintu dan bertingkah manja. Dia berguling-guling imut. Mengeluarkan suara meongnya yang imut sekali, penuh belas kasih. Dia pun duduk sopan di pintu rumah korban. Sungguh janggal pemandangan tersebut. Seakan kontran sekali dengan tubuhnya yang penuh luka dan kisah masa lalunya yang angker.

Selamat jalan sang legenda। Selamat tinggal kisah muda mu. Kini kau terbalut ringkih. Menunggu sang Izroil melaksanakan tugasnya. Akhir bulan ini aku tak melihat lagi kucing tersebut. Aku rindu dia, rindu akan suara ribut yang di keluarkan dia ketika bertarung dengan pejantan lain. Rindu akan kaingan anjing yang takut berhadapan dengannya. Rindu akan pemandangan dia merayu para kucing betina.

Selamat jalan kawan. Kini kisahmu tinggal legenda, yang akan diperebutkan para pejantan lain. Yang kini sedang bersiap-siap menggambil nama baikmu di lingkungan ini.

Balada kereta api di Indonesia

Jam di hp saya menunjukan pukul setengah 10 pagi, agak telat setengah jam dari waktu yang dijanjikan. Kami memang berjanji untuk berkumpul di stasiun kereta api pada jam 10 WIB. Kini saya sudah berada si stasiun kereta api Pondok cina, depok. Sebenarnya saya tidak punya tujuan kemana-mana untuk hari itu. Hanya sekedar menemani teman membeli accesoris komputer di Mangga dua. Surga bagi para anak-anak TI.

Dengan hanya berbekal uang Rp. 1.500, kami membeli tiket kelas ekonomi jurusan Bogor – Kota. Ku akui akhir-akhir pelayanan kereta api sudah meningkat. Sekarang di setiap gerbong pasti ada polisi atau setidaknya penjaga keamanan “resmi”dari kereta api a.k.a Perumka.
Dengan adanya petugas tersebut. Alhamdulillah, setidaknya memberikan perasaan aman selama menaiki kereta api, sarana transportasi yang murah meriah bagi rakyat kecil.

Tidak hanya itu. Sekarang di setiap pintu masuk peron pun, juga terdapat petugas pemeriksa tiket. Sesuatu yang jarang ada di setiap peron. Setidaknya menurut pengamatan saya. Petugas itu memeriksa penumpang kereta api, apakah memiliki tiket atau tidak. Bila tidak memililiki tiket “ katanya sih” akan kena denda. Kalo penumpang kelas ekonomi kena denda Rp 5.000. Kalo kelas eksekutf kena denda Rp. 35.000. Yah setidaknya itu apa yang saya lihat di poster yang terpajang di loket tiket stasiun.

Sebelum kami menaiki kereta. Saya dan beserta teman saya 4 orang menitip dompet dan hp mereka kedalam tas saya. Yah ini merupakan cara paling lumrah ketika menaiki kereta api. Setidaknya sudah menjadi rahasia umum, kalo di menaiki kereta api, lebih khususnya kelas ekonomi akan banyak para pencopet atau pun penjamret. Ini adalah salah satu seni meniki kereta api di negara tercinta ini. “Anda waspada, anda bahagia”, setidaknya itu selogan menurut saya.

Akhirnya kereta yang saya tunggu tiba juga. Seperti yang saya duga, gerbong penuh dengan para penumpang. Dengan tergesa kami menaiki gerbong kereta yang setidaknya agak “sedikit” lenggang menurut saya.

Jujur saja, sepanjang hidup saya. Naik kereta api di Indonesia itu begitu menarik dan unik. Bayangkan di setiap gerbong seakan memiliki kehidupannya sendiri-sendiri. Anda haus, disana akan banyak para pedagang yang menawarkan aneka minuman baik dari kopi hinnga sebotol soft drink. Anda ingin membeli vitamin untuk tanaman anda, juga tersedia. Ingin menikmati alunan musik, anda pun dapat menikmatinya.

Sungguh pemandangan yang menakjubkan bagi saya selama menaiki kereta api di Indonesia, yang mungkin belum tentu di negara lain memiliki hal yang sama. Walaupun tidak semuanya menyenangkan bagi saya. Ada juga hal-hal yang membuat saya sebal dengan masalah seperti para pengawen yang membawa lagunya secara fals, para pengemis, peminta sumbangan untuk kegiatan agama. Yang membuat saya kesal adalah saya melihat dengan kepala saya sendiri. Mereka meminta sumbangan atas nama yayasan tertentu. Dan uang yang telah di sumbangkan oleh para penyumbang. Dia belanjakan buat kebutuhan pribadi. Kalo saya tahu dia akan menggunakan untuk hal pribadi. Saya sungguh sangat tidak rela.

Kini stasiun kota telah mendekat.Saya dan teman-teman bersiap-siap menuruni kerata api. Kami pun berhenti di pemberhentian akhir, Stasiun kota. Lalu kami menaiki angkot menuju ke Mangga dua.

Setelah mendapat apa yang kami cari di Mangga dua, kami pun kembali membeli karcis dan menaiki kereta jurusan Kota – Bogor. Waktu menunjukan jam tiga sore. Kami agak sedikit terlambat. Sebab pada jam tersebut adalah jam-jamnya orang pulang kerja. Yah, jadi siap-siap saya kami berdesakan dengan para penumpang lainnya yang juga menggunakan jasa transportasi ini. Saya sudah membayangkan, di kota saja sudah penuh akan penumpang. Apalagi nanti berhenti di stasiun tebet dan cawang daerah diamana banyaknya arus penumpang yang naik maupun turun di kedua stasiun tersebut. .

Walah sesak. Untuk bernafas saja saya sulit. Mau bagaimana lagi. Para penumpang pun pasti berpikiran sama. Diamana lagi terdapat transportasi murah meriah, dan terpaksa menaikinya walaupun dengan mengorbankan kenyamanan dan keamanan.

Akhirnya perjalanan pada hari ini telah selesai. Kami berhenti di satsiun Pondok cina. Itupun dengan susah payah menuruni dari kerumunan orang yang menumpuk di depan pintu gerbong kereta api. Entah kenapa pintunyz hanya terbuka setangah saja. Tidak terbuka penuh. Akhiranya saya mendarat juga di bumi. Fuih, sungguh cape kaki saya, pegel-pegel di sekujur badan, suatu kejala lumrah kalo kita berdiri selama menaiki kereta api.

Ahk, entah sampai kapan negara ku yang tercinta ini mememliki trnsportasi yang murah dan lebih manusiawi dari ini. Yah setidaknya selama perekonomian negara ini sudah membaik. Saya berharap sekali pemerintah dan pihak yang berwenang mampu menciptakan sarana yang jauh lebih baik dari sekarang ini.